Ayooooooo! Siapa yang mau pesan sajadah cantik buat anak-anak, oma, opa dan juga kamu…nih! Keren- keren ya. Sajadahnya empuk di lutut lho! Haraganya kalau buat Dewasa Rp. 150.000,- kalau buat sajadah anak-anak Rp. 100.000,- Pokoknya bisa buat kado ulang tahun atau pun bingkisan waktu lebaran deh...dari pada kasih parcel ya...he...he... Bisa kasih nama dan desain sendiri gambarnya, tapi jangan terlalu rumit...

|  | Sambil hujan-hujanan, akhirnya berhasil melihat atraksi liong dan barongsay saat Cap Go Meh tanggal 21 Februari lalu. Seru abis deh! Warna warni barong dan liong berseliweran di depan mata….keren! |

|  | Enak buat weekend, mana ujan, becek gak ada ojek....itu kalau hujan lho! Kalau udah kering....top deh!
|
Liburan panjang kali ini gak pergi keluar kota, soalnya sudah ada rencana mau menghabiskan waktu di Bogor dan mampir ke rumah teman. Akhirnya, minggu [23 Des] sambil bermalas-malasan bangun pagi, karena cuacanya mendung dan gerimis pula, aku pun beranjak dari tempat tidur.
Ya, pagi itu kami berdua mau makan soto kuning di Gg. Aut, Suryakencana,Bogor. Begitu turun dari angkot, aku pun celingukan mencari soto kuning Salam, kok gak ada ya? jangan-jangan aku sudah terlambat karena kesiangan datang, sudah jam 09. 30 sampe sana.
ya sudah, aku pun mampir ke soto kuning yang masih mangkal. Lumayan juga, satu potong daging dan dua perkedel kentang, makan berdua, plus emping dua bungkus, cuma habis Rp. 18.000 aja. Selesai makan soto kuning, aku mampir beli asinan jagung bakar, nyam...nyam....udah ngiler aja deh! 
Asinannya aku bawa pulang, soalnya masih kenyang dan harus mencari barang yang lain. Padahal masih pengen mencicipi makanan lain di Gg. Aut, ada comro, bakso, sagu rangi...waaaah! banyak deh! 
|  | Senengnya bisa ngumpul lagi sama temen-temen kuliah...walaupun gak lengkap...lebar euy! |
Sabtu 23 Desember lalu, kembali kami ngumpul di rumah Desi. Maklum, hari itu sekaligus merayakan ultahnya Des dan Doddy [suaminya Hani]. Seru! begitu sampe di Condet rumahnya Desi, hujan deras turun...byur! Seperti biasa, walaupun tidak banyak yang datang, namanya silaturahmi...tetep aja membawa kesan tersendiri. Apalagi ada Naila, anaknya Hani dan Doddy yang baru bisa jalan. Biasalah, kalau sudah ngumpul gak boleh ketinggalan acara motret sana motret sini...hi...hi...ternyata badan udah pada lebar euy! termasuk yang belum punya anak kaya aku nih:)
Kalau Desi badannya memang lagi lebar, soalnya lagi menunggu kelahiran anaknya yang ketiga, sudah tujuh bulan, sebentar lagi melahirkan...
Aku baru ketemu Hani lagi setelah 13 tahun lulus kuliah. Bayangkan! dulu Hani sama kurusnya sama aku, sekarang dia badanya udah melar, soalnya udah punya Naila he...he...maaf ya Hani:)
Selama dua bulan terakhir, aku sedang menjalankan tugas menjadi seorang pendidik alias memberikan presentasi, mengajak bermain anak-anak TK dan SD yang ada di Bogor dan Jakarta. Ada keunikan dan kelucuan yang muncul pada diri setiap anak-anak. Misalnya saja, saat menerangkan tentang orangutan, dengan serentak mereka menjawab ”monyeeeeeeeeeeeeet”. Ya, gak salah juga sih...dibenak anak-anak yang di kenal sehari-hari memang monyet. Aku bukan mau cerita tentang orangutannya, tapi tentang bagaimana rasanya menjadi guru, walaupun hanya 2 jam saja bersama anak-anak. Ada cerita lucu, waktu di TK Bugar Vitara, saat sesi tanya jawab, namanya anak TK ya...langsung menyerbu saat diiming-iming hadiah. Begitu pertanyaan dilontarkan, mereka semua mengacungkan tangan ingin menjawab, tapi pas ditanya...lucunya, jawabannya pasti aja keliru he...he... itu cerita di kelas TK. Bahkan ada yang begitu jawabannya kurang tepat, aku pun tidak memberikan pin, tiba-tiba saja dia mengucek-ucek matanya....tak lama lantai pun basah. Ternyata dia pipis, saking sedihnya tidak dapat pin...walah! merasa berdosa aku jadinya
Lain lagi cerita waktu mengunjungi SD Global Mandiri di Kota Legenda Wisata, Cibubur. Aku hanya sendirian datang ke sana. Aku pikir, ah santai saja. Paling Cuma 50 orang anak...ya ampun! Begitu masuk, mereka ada hampir 200 orang anak. Wuih! Sudahlah, aku pun memutarkan film andalan tentang orangutan yang dibantu oleh operator. Begitu selesai menonton film, seperti biasa ada permainan alias memancing anak-anak dengan pertanyaan. Siapa yang tepat jawabannya, akan diberikan satu buah pin. Selesai menjelaskan, pertanyaan pun belum selesai, semua anak mengacungkan tangannya. Sampai anak-anak itu menyerbu dan menghampiri aku ke depan...waduh! Pin pun habis, maka tanya jawab pun selesai. Sambil membenahi peralatan, tiba-tiba segerombolan anak-anak Global Mandiri menghampiri aku dengan membawa buku dan pulpen. Mau tahu mereka ngapain? Minta tanda tangan! Ya Allah...kok kaya artis aja ya, jadi malu deh! Akhirnya aku membagikan kartu nama saja, dari pada membubuhkan tanda tangan di buku mereka…
Tak terasa sudah 12 tahun kami menyelesaikan kuliah tentang komunikasi di IISIP alias “Kampus Tercinta”. Tanggal 3 Nop kemaren, dengan beberapa teman ceritanya halal bihalal di rumah Bonny. Tepatnya di Mediterania Permata Hijau. Saking ingin ketemu dengan mereka, aku pun berangkat dari rumah jam 10 pagi. Ceritanya ketemu dulu dengan Ega di Carrefour Keramat Jati. Ya ampun! Baru sampe tol Cibubur saja, hujan deras mengguyur. Aku jadi meringis, sambil terkantuk-kantuk aku memikirkan kalau di Cawang juga turun hujan. Ternyata, waktu turun dari bis, hujan mulai berhenti. Aku pun langsung menyebrangi jembatan untuk naik angkot jurusan Keramat Jati. Tak lama menunggu di Carrefour, Ega datang. Kami pun beranjak menuju rumah Desi di Condet. Seumur-umur aku baru pertama kali melewati daerah Condet. Dari rumah Desi, kami melaju dengan taksi ke Permata Hijau, sebelumnya harus menjemput Hesti di halte Nestle, dekat Kebagusan. Waduh! Jalan mana lagi ya…bener-bener petualangan taksi deh! Walaupun perjalanan cukup panjang, dari Bogor menuju Permata Hijau, yang penting ketemu teman-teman kuliah. Sayangnya, yang hadir tidak banyak. Tapi tetep seru. Acara berbagi hadiah pun tetap jalan. Walaupun Ega dan Desi lupa membawa kado, akhirnya disepakati menggunakan voucher, jadi siapa yang dapat voucher, bisa ditagih ke Ega dan Desi. Tahun ini kami masih bisa ketemu dan kumpul…mudah-mudahan tahun depan tambah banyak lagi yang datang ya….oh iya, untungnya sebelum berangkat ke Permata Hijau aku pinjem kamera Mba Ne, jadi aku bisa foto-foto deh! [thank U Mba Ne] malu deh minjem. Paling penting, aku happy banget bisa ngumpul sama mereka. 
|  | Selama menginap di Samboja Lodge, kita bisa menikmati pemandangan indah dan kegiatan Save Our Nature |

|  | Nah! ini selingan .... |

|  | Walapun cuma sedikit yang datang, tetap tidak menyurutkan untuk berbagi kado di rumah Bonny :) Ayo! kapan kita ngumpul-ngumpul lagi, biar tambah rame.... |

|  | Boleh dong bergaya sama teman-teman kantor he...he... |
Samboja lodge, tempat yang jauh dari keramaian kota itu, ada suasana yang hampir tak pernah saya rasakan di tempat tinggal saya di Kota Bogor, apalagi di Jakarta. Suara kodok bersahut-sahutan di sekeliling Samboja Lodge sejak sekitar pukul 16.00 Wita. Ketika hari semakin gelap dan malam menjelang, suara kodok semakin nyaring. Sampai menjelang pagi, suara kodok masih terus terdengar. Matahari menebarkan sinarnya di kawasan Samboja Lodge. Pagi itu saya mengikuti program “Save Our Nature” selama tiga jam. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat umum dengan biaya Rp 600-700 ribu per orang pada Senin sampai Jumat. Khusus untuk Sabtu dan Minggu, biayanya Rp 600 ribu per orang. Peserta berusia di bawah lima tahun tidak dipungut biaya. Peserta berumur 6-12 tahun diberi potongan harga 50 persen. Khusus untuk tamu yang menginap di Samboja Lodge, peserta program dikenai biaya US$ 20 (sekitar Rp 187 ribu) per orang. Jam di tangan saya menunjukkan pukul 07.00 Wita. Bersama tamu pondok lainnya, kami berangkat dengan bus kecil. Kami diajak ke tempat penanaman pohon di kawasan Samboja Lestari. Di sana sudah tersedia cangkul dan bibit pohon, yakni durian, lai, dan pohon buah yang lain untuk ditanam oleh peserta program. Selesai menanam, seharusnya kami mampir ke kebun organik. Sayang, sayuran baru selesai dipanen, jadi tidak ada yang bisa kami petik. Perjalanan pun dilanjutkan ke persemaian bibit tanaman buah dan bunga. Tempat yang paling menarik, menurut saya. Di sana ada sekitar 750 jenis bibit tanaman kayu, tanaman buah, tanaman hias, tanaman obat, serta anggrek hasil eksplorasi di berbagai tempat di wilayah Kalimantan dan telah disemai dan dibudidayakan di persemaian Samboja Lestari. Selain itu, di area pembibitan ada dua ekor ular–yang ditemukan dan diserahkan oleh masyarakat setempat. Untuk sementara, kedua ekor ular tersebut, yaitu king cobra dan piton, terpaksa tinggal di area pembibitan karena belum ada tempat yang cocok untuk melepaskannya kembali. Tak jauh dari area pembibitan terdapat tempat kerajinan ukiran lokal dari limbah kayu, yang dikerjakan oleh masyarakat setempat, yang sudah mendapat pelatihan pembuatan kerajinan dari Samboja Lestari. Ada kursi goyang, tempat tisu, tempat kartu nama, dan hiasan dinding. Ada motif orangutan dan Dayak. Rasanya belum puas dua hari menikmati keindahan dan keasyikan mengikuti program “Save Our Nature” mengelilingi Samboja Lestari. Soalnya, saya belum sempat mengamati satwa malam dan burung. Suatu saat saya akan kembali, sekalian melihat pohon yang saya tanam di sana. Dari catatan perjalanan september 2007 lalu  | Guestbook | |
 |
Hai...hai...hai...mampir lagi donkkk,,, www.grosirfashion.multiply.com
New ArRivaL 26 Juni SeSsion 7 bajoe2 n dress Batik cute
New Arrival SeSsion 3 import Fashion hongkong, Korea, jepang
New ArRivaL SeSsion 4, 5, 6 bajoe2 n dress lokal vintage And Batik yang lucu2..XX azzaa sukaa...^_^
Untuk reseller please visit us at 0815-7948-028 Or www.grosirfashion.com
harga khusus for reseller
READY STOK SEMUA
|
 |
Oh neng Imron teh ayeuna di PA, USA (o: hehhehehehe nyampe Mp juga ma akhirnya (o: |
 |
hai jeng irma...makasih udah di add..:D apa kabar neeh? |
 |
 have a nice day & GBU... |
 |
tok tok tok...punteeen numpang lewat & liat2 ya teh. thanks for the add! |
 |
efeks wrote on Oct 25, '07 |
 |
ups! sorry salah tulis, aku baca tentang cerita di Samboja Lodge, tapi gak apa2 ya, jadi temen ok? Thank U |
 |
efeks wrote on Oct 25, '07 |
| |